Featured Video

Jam

Minggu, 03 Oktober 2010

EFEK SAMPING IMUNISASI

 


Imunisasi adalah suatu usaha untuk membuat seseorang menjadi kebal terhadap penyakit tertentu dengan menyuntikan vaksin.

Vaksin adalah kuman hidup yang dilemahkan / kuman mati / zat yang bila dimasukkan ke tubuh menimbulkan kekebalan terhadap penyakit tertentu.

Imunisasi bertujuan untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit : Poliomyelitis (kelumpuhan), Campak (measles), Difteri (indrak), Pertusis (batuk rejan / batuk seratus hari), Tetanus, Tuberculosis (TBC), Hepatitis B dan untuk mencegah  penyakit dan kematian bayi serta anak yang disebabkan oleh wabah yang sering berjangkit.



Manfaat Imunisasi

a. Manfaat untuk anak
Mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit, dan kemungkinan cacat atau kematian.

b. Manfaat untuk keluarga
Menghilangkan kecemasan dan biaya pengobatan bila anak sakit. Mendorong keluarga kecil apabila si orang tua yakin bahwa anak-anak akan menjalani masa anak-anak dengan aman.

c. Manfaat untuk negara
Memperbaiki tingkat kesehatan, menciptakan bangsa yang kuat dan berakal sehat untuk melanjutkan pembangunan negara dan memperbaiki citra bangsa Indonesia diantara segenap bangsa di dunia.

Macam Vaksin dan Cara Pemberian

a. Vaksin Polio
Bibit penyakit yang menyebabkan polio adalah virus, vaksin yang digunakan oleh banyak negara termasuk Indonesia adalah vaksin hidup, berbentuk cairan.

b. Vaksin Campak
Bibit penyakit yang menyebabkan campak adalah virus. Vaksin yang digunakan adalah vaksin hidup. Kemasan dalam flacon berbentuk gumpalan yang beku dan kering untuk dilarutkan dalam 5 cc pelarut. Sebelum menyuntikkan vaksin ini, harus terlebih dahulu dilarutkan dengan pelarut vaksin (aqua bidest). Disebut beku kering oleh karena pabrik pembuatan vaksin ini pertama kali membekukan vaksin tersebut kemudian mengeringkannya. Vaksin yang telah dilarutkan potensinya cepat menurun dan hanya bertahan selama 8 jam.

c. Vaksin BCG
Vaksin BCG adalah vaksin hidup yang berasal dari bakteri. Vaksin BCG adalah vaksin beku kering seperti campak berbentuk bubuk. Vaksin BCG melindungi anak terhadap penyakit tuberculosis (TBC).

Vaksin dibuat dari bibit penyakit hidup yang telah dilemahkan, ditemukan oleh Calmett Guerint. Sebelum menyuntikkan BCG, vaksin harus lebih dulu dilarutkan dengan 4 cc cairan pelarut (NaCl 0,9%). Vaksin yang sudah dilarutkan harus digunakan dalam waktu 3 jam. Vaksin akan mudah rusak bila kena sinar matahari langsung. Tempat penyuntikan adalah sepertinya bagian lengan kanan atas.

d. Vaksin Hepatitis B
Bibit penyakit yang menyebabkan hepatitis B adalah virus. Vaksin hepatitis B dibuat dari bagian virus yaitu lapisan paling luar (mantel virus) yang telah mengalami proses pemurnian. Vaksin hepatitis B akan rusak karena pembekuan dan pemanasan. Vaksin hepatitis B paling baik disimpan pada temperatur 2,8°C.

e. Vaksin DPT, TT, dan DT
Terdiri toxoid difteri, bakteri pertusis dan tetanus toxoid, kadang disebut “triple vaksin”. Vaksin DPT disimpan pada suhu 2,8°C kemasan yang digunakan:
- 5 cc untuk DPT,
- 5 cc untuk TT,
- 5 cc untuk DT.

Pemberian imunisasi DPT, DT, TT dosisnya adalah 0,5 cc.

f. Vaksin toxoid difteri
Vaksin ini merupakan bagian dari DPT atau DT, difteri disebabkan oleh bakteri yang memproduksi racun, vaksin terbuat dari toxoid yaitu racun difteri yang telah dilemahkan. Vaksin difteri akan rusak jika dibekukan dan juga akan rusak oleh panas.

g. Vaksin pertusis
Merupakan bagian dari vaksin DPT, penyebab penyakit pertusis adalah bakteri, vaksin dibuat dari bakteri yang telah dimatikan, akan mudah rusak, bila kena panas, sama seperti vaksin BCG, dalam vaksin DPT komponen pertusis merupakan vaksin yang paling mudah rusak.

h. Vaksin tetanus
Vaksin ini merupakan bagian dari vaksin DPT, DT atau sebagai tetanus toxoid (TT). Tetanus disebabkan oleh bakteri yang memproduksi toxin. Vaksin terbuat dari toxin tetanus yang telah dilemahkan, tetanus toxoid akan rusak bila dibekukan dan akan rusak bila kena panas.

Efek Samping Imunisasi

a. BCG
1.    Reaksi normal
Bakteri BCG ditubuh bekerja dengan sangat lambat. Setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil merah di tempat penyuntikan dengan garis tengah 10 mm.
Setelah 2 – 3 minggu kemudian, pembengkakan menjadi abses kecil yang kemudian menjadi luka dengan garis tengah 10 mm, jangan berikan obat apapun pada luka dan biarkan terbuka atau bila akan ditutup gunakan kasa kering. Luka tersebut akan sembuh dan meninggalkan jaringan parut tengah 3-7 mm.

2.Reaksi berat
Kadang terjadi peradangan  setempat yang agak berat atau abses yang lebih dalam, kadang juga terjadi pembengkakan di kelenjar limfe pada leher / ketiak, hal ini disebabkan kesalahan penyuntikan yang terlalu dalam dan dosis yang terlalu tinggi.

3.Reaksi yang lebih cepat
Jika anak sudah mempunyai kekebalan terhadap TBC, proses pembengkakan mungkin terjadi lebih cepat dari 2 minggu, ini berarti anak tersebut sudah mendapat imunisasi BCG atau kemungkinan anak tersebut telah terinfeksi BCG.

b. DPT
1. Panas
Kebanyakan anak akan menderita panas pada sore hari setelah mendapat imunisasi DPT, tapi panas ini akan sembuh dalam 1 – 2 hari. Anjurkan agar jangan dibungkus dengan baju tebal dan dimandikan dengan cara melap dengan air yang dicelupkan ke air hangat.

2.    Rasa sakit di daerah suntikan
Sebagian anak merasa nyeri, sakit, kemerahan, bengkak.

3. Peradangan
Bila pembengkakan terjadi seminggu atau lebih, maka hal ini mungkin disebabkan peradangan, mungkin disebabkan oleh jarum suntik yang tidak steril karena:
  • Telah tersentuh,
  • Sebelum dipakai menyuntik jarum diletakkan diatas tempat yang tidak steril,
  • Sterilisasi kurang lama,
  • Pencemaran oleh kuman.

4. Kejang-kejang
Reaksi yang jarang terjadi sebaliknya diketahui petugas, reaksi disebabkan oleh komponen dari vaksin DPT.

c. Polio
Bila anak sedang diare ada kemungkinan vaksin tidak bekerja dengan baik karena ada gangguan penyerapan vaksin oleh usus akibat diare berat.

d. Hepatitis D
Efek samping: tidak ada

e. Campak
Efek samping vaksin campak  : panas dan kemerahan.
Anak-anak mungkin panas selama 1 – 3 hari setelah 1 minggu penyuntikan, kadang disertai kemerahan seperti penderita campak ringan.

Sumber: www.smallcrab.com

Reaksi:

5 komentar:

Malam Pak...
ma nanya ni, mohon pencerahannya...
selain yang sudah di uraikan di atas,
1. Dibuat dari apakah vaksin itu, bahan lengkapnya, bagaimana proses pembuatannya?
2. Bagaimana reaksi tubuh jika dimasuki vaksin dalam jangka pendek dan jangka panjang?
3. Apakah virus vaksin selama didalam tubuh akan mati atau akan berkembang biak atau bahkan mutasi?
4. Secara empiris statistik adakah bukti orang yang di vaksinasi lebih sehat dari orang yang tidak di vaksin pada waktu masih bayi?
5. Walaupun sedikit, ga adakah pengaruh vaksin ke otak bayi yang masih dalam masa perkembangan?

6. Adakah dokter2/ praktisi kesehatan kita pernah melakukan penelitian bahan2 alternatif seperti Madu, Kolostrum ASI, propolis, kurma, spirulina atau bahan lainnya yang alami?
Makasih atas tanggapannya..

maaf komentarnya baru bisa dibalas
1. pada dasarnya bahan setiap vaksin itu berbeda-beda tergantung dari tujuan pengobatan itu sendiri, pada vaksin flu babi telah diteliti oleh Dr.john wood bahwa "Telur telah digunakan selama puluhan tahun untuk membuat vaksin flu. Ini merupakan
teknologi lama tapi bekerja sangat baik."
para ilmuwan menyuntikkan sejumlah kecil virus ke dalam setiap telur yang kemudian akan
diinkubasi selama akhir pekan. Senin, mereka harus memiliki cukup virus untuk memulai tahap
selanjutnya.
Dua teknik yang berbeda yang digunakan.
Pertama, "reverse genetics", dimana para ilmuwan mengambil permukaaan protein H dan N
dari virus H1N1 dan mencampuran mereka dengan virus laboratorium yang dikenal sebagai
PR8.
Ini menciptakan virus hibrida yang tidak berbahaya yang dapat digunakan untuk vaksin.
Teknik kedua menyuntikkan keduanya baik dan PR8 virus H1N1 ke telur dan memungkinkan
galur hibrida diciptakan secara alami melalui re-assortment gen mereka.

Vaksin ini akan bekerja dengan menipu sistem kekebalan tubuh untuk berpikir telah terinfeksi virus H1N1 flu babi sehingga menciptakan antibodi terhadap itu.
tapi sekedar informasi dalam memilih vaksinpun harus cermat karena dikabarkan vaksin meningitis mengandung enzim babi
2. Reaksi-reaksi umum
Reaksi-reaksi umum terhadap imunisasi biasanya
bersifat ringan, terjadi tidak lama setelah imunisasi dan hanya berlangsung sebentar (lihat halaman di balik ini). Perawatan biasanya tidak dibutuhkan.
• Pingsan terjadi terutama pada remaja dan orang
dewasa.
• Demam ringan bisa muncul dari semua suntikan
• Suntikan apapun dapat menyebabkan rasa sakit,
kemerahan, rasa gatal, pembengkakan dan nyeri pada
bekas suntikan selama satu sampai dua hari.
• Kadang-kadang ada benjolan kecil dan keras selama
beberapa minggu atau bulan
Apa yang harus dilakukan bila terjadi reaksi
umum:

• Taruhlah kain dingin yang basah pada bekas suntikan
• Berilah lebih banyak minuman
• Kalau panas jangan kenakan pakaian berlebihan
• Paracetamol mungkin dibutuhkan untuk
meringankan rasa tidak enak badan dan/atau
demam tinggi (harap baca label untuk pemakaian
yang tepat)

Rekasi setempat yang besar

Kadang-kadang dosis booster dari vaksin difteri, tetanus dan pertussis (batuk rejan) dapat menimbulkan reaksi setempat yang sangat besar berupa peradangan dan pembengkakan anggota badan itu. Reaksi ini harus dilaporkan kepada pemberi imunisasi Anda dan mungkin kunjungan ke dokter diperlukan.

Bila reaksinya berat:
Reaksi seperti kejang-kejang, muka yang pucat,
rasa loyo dan tidak tanggap jarang terjad namun
membutuhkan penanganan medis segera.
Reaksi alergi yang berat (anaphylaxis) terjadi tiba-tiba, biasanya dalam kurun waktu 15 menit tetapi dapat juga terjadi beberapa jam setelah pemberian vaksin. Gejala-gejala dini anaphylaxis termasuk peradangan dan/atau rasa gatal pada kulit, kesulitan bernafas, perasaan gusar dan mencret dan/atau muntah-muntah. Kalau Anda telah meninggalkan pusat imunisasi dan merasa khawatir tentang adanya suatu reaksi alergi yang berat, pergilah segera ke dokter atau rumah sakit bila gejala-gejala ini terjadi.
jadi gunakanlah vaksin secara bijak karena baik kekurangan atau kelebihan mengunakan vaksin dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan

3.Sebenarnya vaksin nggak memerangi virus. tapi 'melatih' tubuh kita (kekebalan tubuh kita) biar bisa ngelawan virus tsb.
Tubuh kita mempunyai 3 jenis darah putih: granulosit, limfosit, dan monosit. Dari beberapa jenis limfosit, ada limfosit yang berfungsi menghasilkan antibodi, yaitu limfosit B. Nah ketika virus nyerang, limfosit B mengeluarkan antibodi yang bikin virus ga bisa ngerusak sel kita. Antibodi itu semacam alat pelacak virus, jadi ketika antibodi nempel ke virus, sel darah putih yang lainnya (makrofagus, neutrofil, basofil, dll) bisa menemukan virus dengan mudah dan menghancurkan virus tsb.
Masalahnya, limfosit B tuh ga bisa langsung memproduksi antibodi kalo ada virus yang masuk. Butuh waktu untuk membuat antibodi yang cocok utk virus yg menyerang, karena beda virus beda pula antibodinya. Makanya pas pertama kali kita terserang virus, tubuh ga langsung sembuh, karena limfosit B belum bisa menghasilkan antibodi yg tepat utk virus tsb.(gampangnya, sel limfosit B harus 'meracik' dulu susunan antibodi yg tepat utk virus tsb) Baru setelah beberapa lama, antibodi yg tepat dapat dihasilkan limfosit B, sehingga virus lama2 bisa dihancurkan dengan cepat dan akhirnya sembuh deh.
Nah, vaksin itu sebenarnya virus yang dilemahkan. Jadi pas kamu disuntik vaksin cacar, vaksin itu sebenarnya adalah virus cacar, tapi yang versi udah dilemahkan.
Nah ketika vaksin cacar (virus lemah) tadi dimasukin dalem tubuh, sel limfosit B langsung mikir gimana caranya ngebuat antibodi utk virus cacar (yang lemah) tsb. Pada akhirnya, limfosit B bisa bikin antibodi yg tepat utk melawan virus tsb.
Nah, susunan dan gimana cara dibuatnya antibodi cacar tsb nanti di 'save' di 'memori' si limfosit B.
Ketika virus cacar yang asli menyerang, sel limfosit B yang udah tau gimana caranya bikin antibodi virus cacar, langsung memproduksi antibodi cacar saat itu juga. Jadi virus tsb tidak bisa (lebih tepatnya tidak sempat) merusak sel tubuh kita dan alhasil kitapun tidak kena penyakit cacar.
Ini juga menjelaskan kenapa orang yang pernah kena cacar tidak akan pernah kena cacar lagi. Karena limfosit B orang yg pernah kena cacar bisa langsung memproduksi antibodi cacar dengan cepat sebelum cacar dapat menjangkitinya.

4. Sebenarnya orang yang telah divaksin itu lebih baik dari pada orang yang tidak divaksin sama sekali.. seperti pada poin no.3 vaksin yang masuk kedalam tubuh akan membentuk antibodi yang dapat mencegah atau bahkan melisiskan virus ketika masuk kedalam tubuh. dan secara empirispun memang dibenarkan bahwa orang yang telah divaksin lebih baik dari pada yang tidak divaksin, Menurut Prof Samsuridjal orang dewasa yang belum divaksin 100 kali lebih rentan meninggal dibanding yang telah divaksin.

5. pada dasarnya semua bergantung pada bahan dari pembuatan vaksin itu sendiri, mungkin saja akan ada pengaruhnya vaksin pada otak bayi apabila bahan yang digunakan berasal dari zat kimia yang dilarang Zat kimia itu di antaranya aluminium dalam vaksin DPT (difteria, pertusis/batuk rejan, tetanus), DaPT dan hepatitis B, etilen glikol dalam vaksin DaPT, polio, Hib, hepatitis B, gelatin yang menjadi pemicu alergi dalam vaksin cacar air dan MMR (measles, mumps, rubella/campak Jerman), neomisin, antibiotik yang dapat menyebabkan reaksi alergi dalam vaksin MMR dan polio, serta timerosal, bahan pengawet yang mengandung merkuri dalam vaksin MMR. (terdapat didalam buku tentang Vaksinasi pada Anak karangan Stephanie Cave & Deborah Mitchell terbitan Gramedia Pustaka Utama)

6. Beberapa penelitian diluar sih telah memanfaatkan bahan-bahan alternatif seperti penelitian Dr. john wood menggunakan telur, tetapi saya belum tau apakah dokter/praktisi kesehatan kita pernah melakukan penelitian menggunakan bahan2 alternatif seperti yang telah dijelaskan..
propolis yang saya tau baru sampai digunakan untuk uji hambat bakteri dan antikanker aja, tapi yang pasti pengembangan vaksin memerlukan dana yang sangatlah besar.. sayapun berharap Back to nature yang marak digalangkan bisa menjadi jalan yang terbaik untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat..
maaf kalau penjelasanya kurang bisa diterima karena saya juga belum mengenal betul tentang vaksinasi...
terimakasih untuk komentar yang anda berikan dan terimakasih atas kepercayaannya bertanya diblog kami..

berita dari berbagai sumber

Poskan Komentar